Jumat, 01 Februari 2013

Kecerdasan Majemuk


MAKALAH PSIKOLOGI
TENTANG
KECERDASAN MAJEMUK


DISUSUN OLEH:
NAMA : ROSA BUNGA
KELAS : 1D

STIKES MEGA REZKY MAKASSAR
JURUSAN D IV BIDAN PENDIDIK
TAHUN AJARAN 2012-2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur  penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang  Maha Esa atas terselesaikannya makalah ini. Makalah ini penulis  susun untuk memenuhi tugas mata kuliah psikologi semester satu, STIKES Mega Rezky Makassar.Di dalam makalah ini penulis membahas tentang  “Kecerdasan Majemuk”
            Tak lupa penulis ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak  selaku dosen pembimbing dan juga teman-teman sekalian.Adapun makalah ini penulis buat berdasarkan informasi yang ada.
Makalah ini sudah barang tentu jauh dari sempurna. Kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk perbaikan makalah ini. Tidak luput kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu atas terselesaikannya makalah ini.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua..

                                                                                                Penyusun,   januari 2013
                                                                                                           
                                                                                                         Rosa Bunga



DAFTAR PUSTAKA
SAMPUL ..................................................................................................................i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ii
DAFTAR ISI .....................................................................................................iii
BAB I : PENDAHULUAN ..................................................................................1
A.    Latar Belakang .................................................................................1
B.     Rumusan Masalah...............................................................................1
C.     Tujuan Penulisan Masalah ................................................................4
BAB II : PEMBAHASAN ...................................................................................6
A.    Pengertian Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk) .....................6
B.     Konsep Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk) ........................7
C.     Strategi Pengajaran Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk).......11
D.    Manfaat Multiple Inteligences di Dalam Proses Pendidikan yang Dilaksanakan ..................................................................................14
E.     Mengembangkan Kecerdasan Majemuk  Siswa ..................................15
F.      Peran Guru  dalam Pembelajaran .....................................................15
BAB III : PENUTUP ........................................................................................17
A.       Kesimpulan .....................................................................................17
B.       Saran .............................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................18



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
                Kecerdasan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan sukses dan gagalnya Peserta Didik belajar di sekolah. Peserta Didik mempunyai taraf kecerdasan rendah atau di bawah normal sukar untuk diharapkan memperoleh prestasi yang tinggi. Tetapi tidak ada jaminan bahwa dengan taraf kecerdasan tinggi seseorang secara otomatis  dia  akan sukses belajar di sekolah.
            Ada banyak kecerdasan yang dimiliki setiap orang. Teori ini juga menekankan pentingnya “model” atau teladan yang sudah berhasil mengembangkan salah satu kecerdasan hingga puncak.( Howard Gardner ).

B.     Rumusan Masalah
adapun rumusan masalah yang dapat penulis buat adalah sebagai berikut:
1.      Jelaskan Pengertian Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk).
2.      Apa saja Konsep Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk)?
3.      Apa saja Strategi Pengajaran Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk)?
4.      Apakah Manfaat Multiple Inteligences di Dalam Proses Pendidikan yang Dilaksanakan ?
5.      Bagaimana cara Mengembangkan Kecerdasan Majemuk  Siswa  ?
6.      Bagaimana peran guru dalam pembelajaran?

C.    Tujuan Penulisan Masalah
adapun tujuan penulisan masalah yang dapat penulis buat berdasarkan rumusan masalah yang ada adalah  sebagai berikut:
1.      Ingin mengetahui tentang Pengertian Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk).
2.      Ingin mengetahui Konsep Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk).
3.      Ingin mengetahui Strategi Pengajaran Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk)
4.      Ingin mengetahui Manfaat Multiple Inteligences di Dalam Proses Pendidikan yang Dilaksanakan.
5.      Ingin mengetahui cara  Mengembangkan Kecerdasan Majemuk  Siswa
6.      Ingin mengetagui  peran guru dalam pembelajaran





















BAB II
PEMBAHASAN
A.    . Pengertian Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk)
            Multiple Intelligence adalah teori kecerdasan majemuk yang dipaparkan Prof. Howard Gardner. Multiple intelligence atau kecerdasan majemuk pada dasarnya adalah sebuah konsep yang menunjukkan kepada kita bahwa potensi anak-anak kita, khususnya jika dikaitkan dengan kecerdasan,ternyata banyak sekali. Memahami multiple intelligence bukanlah untuk membuat anak-anak kita menjadi hebat. Namun,konsep tersebut, paling tidak dapat  membantu kita untuk memahami bahwa anak-anak kita itu menyimpan potensi yang luar biasa.
            Pengertian dari kecerdasan menurut Howard Gardner adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang mempunyai nilai budaya atau suatu kumpulan kemampuan atau ketrampilan yang dapat ditumbuhkembangkan. Sedangkan multiple intelegence (kecerdasan majemuk) adalah kecerdasan yang dimiliki oleh tiap individu lebih dari satu macam. Menurut Howard Gardner setiap individu delapan jenis kecerdasan di dalam dirinya,yang disebut kecerdasan majemuk (multiple intelligence).
            Prestasi seseorang ditentukan juga oleh tingkat kecerdasannya (Inteligensi). Walaupun mereka memiliki dorongan yang kuat untuk berprestasi dan orang tuanya memberi kesempatan seluas-luasnya untuk meningkatkan prestasinya, tetapi kecerdasan mereka yang terbatas tidak memungkinkannya untuk mencapai keunggulan. Tingkat Kecerdasan (Intelegensi) bawaan ditentukan baik oleh bakat bawaan (berdasarkan gen yang diturunkan dari orang tuanya) maupun oleh faktor lingkungan (termasuk semua pengalaman dan pendidikan yang pernah diperoleh seseorang; terutama tahun-tahun pertama dari kehidupan mempunyai dampak kuat terhadap kecerdasan seseorang). Secara umum intelegensi dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Kemampuan untuk berpikir abstrak
2. Untuk menangkap hubungan-hubungan dan untuk belajar
3. Kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap situasi-situasi baru

B.     Konsep Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk)
Konsep multiple intelligence diperkenalkan oleh Prof. Howard Gardner, yaitu seorang psikolog dan profesor utama di Cognition and Education, Harvard Graduate School of Education dan juga profesor di bidang Neurologi, Boston University School of Medicine. Konsep ini memiliki esensi bahwa setiap orang adalah unik, setiap orang perlu menyadari dan mengembangkan ragam kecerdasan manusia dan kombinasi-kombinasinya. Setiap siswa berbeda karena mempunyai kombinasi kecerdasan yang berlainan.
Konsep multiple intelligence menurut Gardner (1983) dalam bukunya Frame or Mind : The Theory of Multiple Intelligences ada delapan jenis kecerdasan yang dimiliki setiap individu. Delapan jenis kecerdasan ini,setiap individu mengakses informasi yang akan masuk ke dalam dirinya. Dalam            bukunya,Thomas Amstrong (2002) juga menyebutkan kecerdasan tersebut merupakan modalitas untuk melejitkan kemampuan tiap siswa dan menjadikan mereka sebagai sang juara,karena pada dasarnya setiap anak cerdas.
          


            Kecerdasan majemuk menurut Howard Gardner ada delapan macam,yaitu :
1.      Kecerdasan Linguistik (Word Smart)
            Kecerdasan linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan kata-kata secara efektif,baik secara lisan maupun tulisan. Kecerdasan ini mencakup kepekaan terhadap arti kata,suara,ritme,dan intonasi dari kata yang diucapkan. Termasuk kemampuan untuk mengerti kekuatan kata dalam mengubah kondisi pikiran dan menyampaikan informasi.
2.      Kecerdasan Logika Matematika (Logic Smart)
            Kecerdasan logika matematika adalah kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah. Ia mampu memikirkan dan menyusun solusi (jalan keluar) dengan urutan yang logis (masuk akal). Ia suka angka,urutan,logika,dan keteraturan. Ia mengerti pola hubungan,ia mampu melakukan proses berpikir deduktif dan induktif. Proses berpikir deduktif artinya cara berpikir dari hal-hal yang besar kepada hal-hal yang kecil. Proses berpikir induktif artinya cara berpikir dari hal-hal yang kecil kepada hal-hal yang besar.
3.      Kecerdasan Kinestetik/Fisik (Body Smart)
Kecerdasan kinestetik/fisik adalah kemampuan dalam menggunakan          tubuh kita secara trampil untuk mengungkapkan ide,pemikiran,dan perasaan. Kecerdasan ini juga meliputi kemampuan fisik dalam bidang koordinasi,keseimbangan,daya tahan,kekuatan, kelenturan,dan kecepatan.
4.      Kecerdasan Visual Spasial (Picture Smart)
            Kecerdasan visual spasial adalah kemampuan untuk melihat dan mengamati dunia visual dan spasial secara akurat (cermat). Visual artinya gambar. Spasial yaitu hal-hal yang berkenaan dengan ruang atau tempat. Kecerdasan ini melibatkan kesadaran akan warna,garis,bentuk,ruang,ukuran dan juga hubungan di antara elemen-elemen tersebut. Kecerdasan ini juga melibatkan kemampuan untuk melihat obyek dari berbagai sudut pandang.
5.      Kecerdasan Intrapersonal (Self  Smart)
            Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan yang berhubungan dengan kesadaran dan pengetahuan tentang diri sendiri. Dapat memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Mampu memotivasi dirinya sendiri dan melakukan disiplin diri. Orang yang memiliki kecerdasan ini sangat menghargai nilai (aturan –aturan),etika (sopan santun),dan moral.
6.      Kecerdasan Interpersonal ( People Smart)
            Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk mengamati dan mengerti maksud,motivasi,dan perasaan orang lain. Peka pada ekspresi wajah,suara,dan gerakan tubuh orang lain dan ia mampu memberikan respon secara efektif dalam berkomunikasi. Kecerdasan ini juga mampu untuk masuk ke dalam diri orang lain,mengerti dunia orang lain,mengerti pandangan,sikap orang lain,dan umumnya dapat memimpin kelompok.
7.      Kecerdasan Musikal (Music Smart)
Kecerdasan musik adalah kemampuan untuk menikmati, mengamati,           membedakan, mengarang, membentuk dan mengekspresikan bentuk-         bentuk musik. Kecerdasan ini meliputi kepekaan terhadap ritme,        melodi, dan timbredari musik yang didengar. Musik mempunyai             pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan kemampuan     matematika dan ilmu sains dalam diri seseorang. Telah diteliti     ditemukan bahwa anak dari orang belanda, jepang, dan hongaria             mempunyai prestasi tertinggi di dunia. Saat diteliti lebih mendalam             ternyata ketiga Negara ini memasukkan unsure ini ke dalam kurikulum         mereka. Selain itu musik juga dapat menciptakan suasana yang rileks        namun waspada, dapat membangkitkan semangat, merangsang             kreativitas, kepekaan dan kemampuan berfikir. Belajar dangan         menggunakan musik yang tepat akan sangat membantu kita dalam         meningkatkan daya ingat.
8.      Kecerdasan Naturalis (Nature Smart)
            Kecerdasan naturalis adalah kemampuan untuk mengenali, membedakan, mengungkapkan, dan membuat kategori terhadap apa yang dijumpai di alam maupun lingkungan. Intinya adalah kemampuan manusia untuk mengenali tanaman,hewan, dan bagian lain dari alam semesta.

Dari penelitian para ahli psikologi,selain delapan macam kecerdasan yang telah dikemukakan di atas,masih ditemukan lagi dua kecerdasan yang dapat dimiliki oleh anak. Kecerdasan yang merupakan multiple intelligence yang ke sembilan dan ke sepuluh tersebut yaitu :
9.      Kecerdasan Eksistensial
            Kecerdasan eksistensial adalah kemampuan untuk menempatkan diri dalam jagat raya yang luas,jauh tak terhingga dan menghubungkannya dengan kehidupan selanjutnya (kematian). Kecerdasan ini melibatkan kemampuan manusia dalam menjawab berbagai macam persoalan terdalam tentang eksistensi atau keberadaan manusia. Para ahli filsafat (Filosof) merupakan salah satu bukti kecerdasan ini, diantaranya adalah Plato, Sokrates, Immanuel Kant, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd. Mereka berpikir dan memikirkan tentang eksistensi manusia dan alam.
10.  Kecerdasan Spiritual
            Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang menyangkut kemampuan manusia mengenal Tuhannya, meyakini keberadaan dan keEsaan Tuhan, serta melakukan segala apa yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarangNya. Dalam menjalani kehidupan ia tidak akan putus harapan, karena ada Tuhan tempat bergantung segala sesuatu, dalam keadaan bahagia, ada Tuhan tempat dia melantunkan puja dan puji syukur. Kecerdasan ini akan membentuk jiwa dan pribadi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi dirinya, keluarga, masayarakat dan negaranya.

C.    Strategi Pengajaran Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk)
            Strategi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan anak mengembangkan kecerdasan majemuknya dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan kecerdasan yang dimilikinya. Strategi pengajaran yang dapat dilakukan antara lain :
1.      Kecerdasan Linguistik (Word Smart)
a.       Mengajak anak berdialog dan berdiskusI
b.      Membacakan cerita
c.       Bermain perang
d.      Memperdengarkan lagu atau dongeng anak-anak
e.       Mengisi buku harian dan menulis surat pada teman
2.      Kecerdasan Logika Matematika (Logic Smart)
a.       Bermain puzzel atau ular tangga
b.      Bermain dengan bentuk-bentuk geometri
c.       Pengenalan bilangan melalui nyanyian,tepuk,dan sajak berirama
d.      Eksperimen sederhana,misalnya mencampur warna
e.       Mengenalkan cara menggunakan kalkulator dan komputer
3.      Kecerdasan Kinestetik/Fisik (Body Smart)
a.       Mengajak anak menari bersama
b.      Bermain peran
c.       Bermain drama
d.      Berolahraga
e.       Meniru gerakan orang lain
4.      Kecerdasan Visual Spasial (Picture Smart)
a.       Mengajak anak melukis,menggambar,atau mewarnai
b.      Memberikan kesempatan anak untuk mencoret-coret
c.       Membuat prakarya
d.      Menggambarkan benda-benda yang disebut dalam sebuah lagu atau sajak
e.       Bermain balok,lego,atau puzzel
5.      Kecerdasan Intrapersonal (Self Smart)
a.       Bercakap-cakap tentang cita-cita
b.      Mengisi buku harian atau jurnal sederhana
c.       Bermain menghadap cermin dan menggambarkan atau menceritakan apa yang dilihatnya
d.      Mengajak anak berimajinasi menjadi tokoh sebuah cerita dalam buku
e.       Membuat jadwal kegiatan sehari-hari
6.      Kecerdasan Interpersonal (People Smart)
a.       Membuat peraturan bersama dalam keluarga melalui diskusi
b.      Memberi kesempatan tanggung jawab di rumah
c.       Melatih anak-anak menghargai perbedaan pendapat
d.      Menumbuhkan sikap ramah dan peduli sesama
e.       Melatih anak mengucapkan terima kasih,minta tolong,atau minta maaf
f.       Melatih kesabaran menunggu giliran


7.      Kecerdasan Musikal (Music Smart)
a.         Mengajak anak bermain alat musik,baik alat musik sungguhan maupun alat musik buatan sendiri
b.        Meminta anak untuk menciptakan sendiri irama
c.         Diskografi,yaitu mencari lagu atau lirik potongan lagu yang berhubungan dengan topik tertentu
d.        Meminta anak-anak untuk mengarang sebuah lagu sederhana baik mengganti syairnya saja maupun dengan melodinya
e.         Menirukan berbagai nada,memperdengarkan musik instrumentalia,dan mengajak anak bernyanyi sendiri atau bersama-sama
8.      Kecerdasan Naturalis (Nature Smart)
a.       Karya wisata alam
b.      Menceritakan apa yang dilihat ketika memandang keluar jendela
c.       Memelihara hewan atau membawa hewan ke kelas dan anak-anak diminta untuk mengamatinya
d.      Menanam pohon di halaman rumah dan mencatat perkembangannya
e.       Membuat herbarium sederhana atau membuat kebun/taman sebagai proyek bersama
9.      Kecerdasan Eksistensial
a.       Mengintegrasikan kandungan agama dalam muatan materi
b.      Mendampingi anak dalam menekuni berbagai profesi moral yang positif
c.       Menceritakan tokoh-tokoh penemu islam dilanjutkan dengan diskusi ringan

10.  Kecerdasan Spiritual
a.       Diskusi tentang semua ciptaan Tuhan
b.      Mengenalkan tata cara sholat yang benar
c.       Menghafal surat-surat pendek

D.    Manfaat Multiple Inteligences di Dalam Proses Pendidikan yang Dilaksanakan
Kita dapat menggunakan kerangka kecerdasan majemuk  dalam       melaksanakan proses pengajaran secara luas. Aktivitas yang dapat dilakukan seperti menggambar, menciptakan lagu, mendengarkan musik, dan melihat pertunjukan dapat menjadi pintu masuk yang vital ke dalam proses belajar. Bahkan siswa yang penampilannya kurang baik pada saat proses belajar  menggunakan pola tradisional (menekankan bahasa dan logika). Jika aktivitas ini dilakukan akan memunculkan semangat mereka untuk belajar.
Dengan kecerdasan majemuk, maka anda menyediakan kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kebutuhan, minat, dan talentanya.
Peran serta orang tua dan masyarakat akan semakin meningkat dalam mendukung proses belajar mengajar. Hal ini bisa terjadi karena setiap aktivitas siswa di dalam proses belajar akan melibatkan anggota masyarakat.
Siswa akan mampu menunjukkan dan bebagi tentang kelebihan yang dimilikinya. Membangun kelebihan yang dimiliki akan memberikan suatu motivasi untuk menjadikan siswa sebagai seorang spesialis.
Pada saat anda mengajar untuk memahami siswa akan mendapatkan pengalaman belajar yang positif dan meningkatkan kemampuan untuk mencari solusi dalam memecahkan persoalan yang dihadapinya.
Kecerdasan Majemuk memberikan pandangan bahwa terdapat sembilan macam kecerdasan yang dimiliki oleh setiap orang. Yang membedakan antara satu dengan yang lainnya adalah komposisi atau dominasi dari kecerdasn tersebut.
E.     Mengembangkan Kecerdasan Majemuk  Siswa 
Mengembangkan kecerdasan majemuk anak merupakn kunci utama untuk kesuksesan  masa depan anak. Sebagai orang tua masa kini kita sering kali menekan  agar  anak berprestasi secara akademik di sekolah menjadi juara.
Mengembangkan kecerdasan majemuk anak merupakn kunci utama untuk kesuksesan masa depan anak. Peran orang tua dalam memberikan latihan-latihan dan lingkungan yang mendukung jauh lebih penting dalam menjadikan kecerdasan seorang anak.
F.     Peran Guru  dalam Pembelajaran
Pendidikan adalah hal yang sangat penting untuk diperoleh anak-anak ataupun orang dewasa. Pendidikan menjadi salah satu modal bagi seseorang agar dapat berhasil dan mampu meraih kesuksesan dalam hidupnya. Mengingat akan pentingnya pendidikan maka pemerintah pun mencanagkan program wajib belajar sembilan tahun. Melakukan perubahan kurikulum dan untuk mencoba mengakomodasikan kebutuhan siswa.
Kecerdasan intelektual bukan hanya mencakup kecerdasan logika dan verba , tetapi juga harus dilihat dari aspek kinetis, musikal, visual-spartial, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis.
Kita cenderung hanya menghargai orang yang memang ahli di dalam kemampuan logika dan bahasa. Kita harus memberikan perhatian yang seimbang terhadap orang-orang yang memiliki talenta(gift) di dalam kecerdasan yang lainnya.
Melihat betapa penting proses pembelajaran bagi manusia terlepas sedikit  atau banyak, peran guru sangat penting . Guru sebagai sosok pribadi , manusia yang monopluralis memiliki banyak kelemahan dan kelebihan. Namun demikian kelemahan yang dimiliki seorang guru selayaknya tidak menjadi penghambat dari berlangsungnya proses pembelajaran itu sendiri.
Mengingat manusia adalah makhuk monopluralis , yaitu manusia yang memiliki banyak unsur kodrat (plural), namun merupakan  satu kesatuan yang utuh. Jika ditinjau dari kedudukannya, susunan, dan sifatnya,  manusia bersifat monodualis. Sebagai makhluk Tuhan dan sebagai makhluk individu yang terdiri dari unsur jiwa dan raga.
Maka guru dalam proses pembelajaran juga  harus memandang siswa sebagai makhluk monopluralis. Dengan demikian  maka semua potensi yang dimiliki oleh siswa dapat berkembang dengan optimal.Dan semua potensi yang dimilikinya dapat digunakan untuk memanusiakan manusia dalam proses pembelajaran.





BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
            Kecerdasn Majemuk memberikan pandangan bahwa terdapat sembilan macam kecerdasan yang dimiliki oleh setiap orang. Yang membedakan antara satu dengan yang lainnya adalah komposisi atau dominasi dari kecerdasn tersebut.
            Dengan pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk, siswa yang dengan bergam dominasi kecerdasan dapat terfasilitasi pada saat belajar matematika, sehingga hasil belajar siswa  dari segi kognitif ( prestasi belajar) dan afektif (minat) meningkat.
            Maka guru dalam proses pembelajaran juga  harus memandang siswa sebagai makhluk monopluralis. Dengan demikian  maka semua potensi yang dimiliki oleh siswa dapat berkembang dengan optimal.

B.     Saran
1.      Adakan seminar tentang kecerdasan oleh seorang pakar psikologi sehingga dapat memotivasi baik orangtua maupun guru dalam memberikan bimbingan kepada anaknya.
2.      Kita sebagai masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa sukses di sekolah adalah kunci utama untuk kesuksesan hidup di masa depan. Maka perlu adanya pembinaan para guru agar bisa agar bisa mencerdaskan putra putrinya terutama pendidikan yang ada di lingkungan sekolah.



DAFTAR PUSTAKA
-          Hidayah.N dan M. Ramli. 2002. “Kecerdasan Ganda dan Implikasinya Pada Pembelajaran”.Materi Diklat Instruktur IPS dan PMP Nasional.Malang: PPPG IPS dan PMP Malang.
-          http://andreysubiantoro.jigsy.com/2009/03/03/aktivitas-belajar/. Diakses tanggal 18 januari 2013.

           














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar